• Pura Tanah Lot
  • Wisata Naik Gajah

Bagi orang Hindu di Bali, hampir setiap hari tidak pernah meninggalaan adanya kegiatan upacara, baik itu yang berskala kecil maupun besar, seperti Hari Raya Saraswati  dirayakan untuk menghormati ilmu pengetahuan. Sehingga pulau Dewata ini terkesan begitu unik dengan berbagai ritualnya baik itu yang berhubungan dengan ajaran agama maupun karena sebuah tradisi. Kegiatan tersebut menjadi daya tarik wisatawan untuk mengetahuinya lebih sedikit, selain memang karena keindahan objek wisata di Bali yang patutu dikunjungi.

Untuk itu jika anda seorang pelancong yang kebetulan wisata tour di Bali saat Hari Raya Saraswati, anda akan menyaksikan anak-anak sekolah, ataupun para orang tua berpakaian adat untuk melakukan perembahyangan di sekolah-sekolah atau di pura tertentu, untuk merayakan hari suci turunnya ilmu pengetahuan. Umat yakin pada saat itu Ida Sang Hyang Widi Wasa yang manifestasinya sebagai Dewi Saraswati menciptakan ilmu pengetahuan bagi umat manusia agar bisa menyelaraskan dirinya dengan alam, agar pengetahuan itu berfungsi dengan baik dan tidak disalahgunakan.

 

 

 

Hari Raya Saraswati di rayakan setiap 6 bulan sekali dalam perhitungan kalender Hindu 210 hari seperti juga hari besar lainnya seperti Pagerwesi, Galungan maupun Kuningan. Perayaan ini bertepatan di hari Saniscara (Sabtu), Umanis wuku Watugunung. Berasal dari bahasa Sanskerta dari kata Sr yang artinya mengalir yang bermakna air yang melimpah menuju kolam atau danau, seperti juga halnya ilmu pengetahuan itu yang takkan hentinya mengalir, sedangkan dalam Veda kitab suci Hindu berarti dipuji dalam bentuk mantram pujaan. Digambarkan dalam wujud seorang Dewi Cantik berpakaian putih dengan empat tangan, masing-masing memegang alat musik, pustaka suci, gemitri dan teratai dan duduk bersila di atas seekor angsa.

Perayaan Hari Saraswati sangan penting artinya bagi umat Hindu, terutama lagi bagi anak-anak sekolah yang menggeluti dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, karena dengan ilmu tersebut kita akan mendapatkan perdamaian, kemajuan, kemakmuran serta meningkatkan peradaban manusia, untuk itulah ilmu itu harus dipelajari dan dilaksanakan dengan baik dengan tuntunan Hyang Aji Saraswati sebagai dewinya ilmu pengetahuan. Untuk pelaksanaan tingkat rumah, sekolah, kantor dan pura semua buku, lontar, pustaka suci dan alat-alat tulis diupacarai.

Beberapa rangkaian upacara setelah Hari Sarawati adalah Banyupenaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas dan kemudian Pagerwesi. Bali memang memiliki beragam upacara keagaman, termasuk Galungan, Nyepi dan Ngaben yang sudah terkenal dikalangan wisatawan menjadi sesuatu yang unik untuk diketahui, upacara keagamaan tersebut menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang sedang liburan. Selain untuk tujuan perdamian umat manusia, ritual-ritual juga menjadi berkah bagi umatnya.