• Pura Tanah Lot
  • Wisata Naik Gajah

Hari Raya Kuningan salah satu upacara agama Hindu terbesar di Pulau Dewata, yang pelaksanaannya setiap 210 hari di hari Saniscara (sabtu), Kliwon, Kuningan, tepat sepuluh hari setelah perayaan Galungan. Jika kebetulan anda seorang pelancong yang sedang wisata dan dalam perjalanan tour di Bali, melakukan perjalanan keliling menikmati objek-objek menarik sampai ke pelosok desa dan kota, anda akan melihat bagaimana masyarakat dengan antusiasme tinggi baik anak-anak, dewasa maupun orang tua mengikuti upacara tersebut, penjor-penjor yang dipasang mulai saat perayaan Hari Raya Galungan juga masih berdiri kokoh. Pelasanaanya hanya sampai setengah hari saja.

Diyakini pada saat Hari Kuningan ini, Ida Sang Hyang Widi wasa turun ke bumi untuk memberi berkah serta kesejahteraan kepada seluruh umatnya. Pada saat inilah merupakan kesempatan yang baik untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, kemakmuran serta perlindungan lahir dan bathin kepada para Dewa, Bhatara dan Pitara, batas waktu perayaannya sebelum siang hari, karena setelah siang hari diyakini para Dewa telah kembali pulang ke sorga. Dan para leluhur kita setelah beberapa saat berada dalam keluarga, disuguhkan sesajen persembahan untuk terakhir kalinya sebelum kembali ke tempatnya masing-masing. Di beberapa tempat/ desa diadakan juga tradisi Ngelawang, sebuah tari barong berbentuk binatang yang diarak keliling desa diirngi oleh gamelan.

Begitu unik pulau Bali ini dengan berbagai ritual persembahannya baik itu dipersembahkan kepada Tuhan, leluhur, alam sekitarnya maupun kepada para bhuta. Hampir disetiap harinya kita bisa menyaksikan umat bersembahyang, untuk memohon keselamatan dan kedamaian dunia, sebuah budaya yang masih sangat dijaga kelestariannya. Semua budaya, tradisi, dan berbagai persembahan upacara ini tentu akan menjadi daya tarik wisatawan, selain objek wisata di Bali yang indah memang menjadi magnet utamanya. Budaya santun, bersahaja penduduknya yang taat untuk beribadah, menjadi aset penting bagi pulau ini untuk terus diidolakan.

Di Hari Raya Kuningan ini beberapa sarana upacara yang khas kita jumpai, seperti Endongan merupakan simbol persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi atau bisa dikatakan sebagai bekal, bekal dalam kehidupan adalah ilmu pengetahuan, Kolem sebagai tempat peristirahatan beliau, Tamyang terlihat seperti sebuah tameng cakra sebagai simbol penolak mala dan bahaya selain sebagai lambang perlindungan juga mengingatkan manusia pada hukum alam seperti roda, sejatinya manusia itu harus mampu menyesuaikan diri dengan alam, yang tidak taat dengan hukum alam akan tergilas. Sehingga jika semua taat sesuai aturan kehidupan itu akan harmonis.

Sarana khas lainnya yang bisa kita temukan adalah nasi Kuning, sebagai lambang kemakmuran dan dipersembahkan sebagai rasa terimakasih kita sebagai manusia dan telah menerima anugrah-anugrah dari Ida sang Hyang Widi. Bersamaan dengan Hari Raya Kuningan, pura yang juga melaksanakan piodalan adalah Pura Sakenan yang terletak di Pulau Serangan, pulau yang juga menjadi salah satu tempat wisata di Bali terutama untuk penangkaran penyu,  rekreasi watersport, diving, snorkeling dan memancing.